Dalam rangka meningkatkan transparansi dan keterbukaan publik oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Tulungagung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tulungagung pada tanggal 1 s.d 2 April 2019 menyelenggarakan Pembinaan Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) melalui media Website Desa, yang dilaksanakan di Aula Dinas PMD.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari tersebut bertujuan untuk merefresh kembali dan menyatukan persepsi kepada peserta yang hadir tentang arti penting menciptakan basis data di tingkat kabupaten melalui pemanfaatan website desa yang dioperasionalkan oleh Operator Desa.
Hadir selaku narasumber yaitu praktisi website desa di Kabupaten Tulungagung yaitu Fajar Riadi dan Rolis Bintoro. Keduanya menyampaikan secara teknis terkait pengelolaan warta desa, profil umum desa, Indeks Membangun Desa (IDM), Anggaran Desa, Potensi Unggulan Desa, Microsite BUMDes serta pemanfaatan SID pelayanan surat menyurat yang juga ditanamkan di website desa masing – masing.

Dalam sambutannya, Bapak Drs. Ali Muchtar selaku Kepala Bidang Penataan dan Pemerintahan Desa menyerukan kepada seluruh peserta yang hadir agar selalu mengupdate informasi yang akurat, valid, akuntabel sekaligus juga mengevaluasi keaktifan Operator Desa. Masih dalam sambutannya, pria yang berkumis tebal tersebut menyampaikan bentuk pembinaan dan evaluasi kepada setiap Operator Desa baik itu yang menangani Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) ataupun Website Desa/Administrasi Desa agar kinerja dari operator ini dapat terukur dan ada targetnya. Permasalahan yang ada ialah banyak diantara peserta yang hadir adalah muka – muka baru, sehingga perlu mengulang kembali materi agar lebih mudah dipahami.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Drs. Eko Asistono, M.Si Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tulungagung dalam sambutannya menyampaikan motivasi bahwa keberhasilan Destinasi Wisata yang ada tergantung pada bagaimana kita mempublikasikannya, dicontohkan oleh beliau beberapa destinasi wisata ialah “Cafe Sawah” di Pujon Kidul yang dikelola oleh BUMDes. Untuk membumikan destinasi wisata tersebut diperlukan publikasi besar – besaran. Dan potensi itu tergantung kepada operator desa ini.
Dari kegiatan tersebut Dinas PMD berharap bahwa Desa – desa lebih meningkatkan pemanfaatan website desa sebagai media promosi potensi desa, lembaga, pemerintahan, menunjang transparansi pengelolaan keuangan desa, serta percepatan pelayanan administrasi surat menyurat oleh desa. (Why-PPD)
