Sebanyak 13 bendahara desa dan operator desa se-Kecamatan Kauman diberikan bimbingan teknis pemantapan dan evaluasi penerapan Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung (19/11). Acara yang digelar di Kantor Desa Kauman ini juga diikuti oleh para pendamping desa, baik Pendamping Desa (PD) maupun Pendamping Lokal Desa (PLD) yang bertugas di wilayah tersebut.
Dalam sambutan pembukaan acara, Ir. Subur Haryanto (Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kauman) menyatakan bahwa Bimtek ini merupakan kegiatan yang telah diagendakan sebagai media evaluasi atas progres yang telah dicapai. “Dengan Bimtek ini diharapkan kemampuan para operator desa di wilayah kecamatan kauman merata dan tidak ada yang bermasalah, atau ketinggalan secara SDM”, ucapnya dihadapan peserta.
Senada dengan ungkapan Kasi PMD, Camat Kauman Wahiyd Masrur, S.Sos dalam sambutannya juga mengapresiasi keberadaan aplikasi Siskeudes. Menurutnya aplikasi ini telah banyak membantu pemerintah desa, kususnya dalam tata kelola keuangan desa. “Dengan Siskeudes ini desa menjadi semakin cermat dalam penggunaan keuangan desa, termasuk harus terstruktur dalam perencanaan, pengganggaran, dan penatausahaan keuangan desa”, tuturnya.

Camat baru Kauman ini juga berpesan kepada peserta Bimtek, bahwa keberadaan aplikasi baru ini harus direspon oleh pemerintah desa kususnya peningkatan sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kapasitas SDM ini tidak hanya berlaku kepada bendahara desa atau operator yang menangani Siskeudes, namun berlaku kepada seluruh aparatur pemerintah desa, baik itu Kepala Desa dan seluruh perangkatnya.
“Siskeudes menuntut pemerintah desa untuk meningkatkan SDM seluruh aparaturnya dengan tujuan semakin tertata dalam hal tata kelola keuangan desa, mulai dari perencanaan awal sampai kepada pelaporannya. Jika tidak semua aparatur pemerintah desa menyesuaikan diri atas perubahan yang ada maka akan menghambat perjalanan pembangunan desa”, pesannya sebelum membuka acara Bimtek.
Sementara itu Wahyu Yuniarko, SE (Kasi Administrasi Pemerintahan Desa DPMD) selaku narasumber acara menjelaskan bahwa Kecamatan Kauman merupakan salah satu yang sukses melakukan interkoneksi Siskeudes dengan Omspan dalam pencairan Dana Desa (DD) tahap III (tiga). Menurutnya interkoneksi ini merupakan amanah dari pemerintah pusat yang harus diterapkan di seluruh desa. Karenanya harus dilakukan peningkatan kapasitas SDM bagi semua pihak yang bersangkutan.
“Alhamdulillah Kauman sukses melasanakan interkoneksi Siskeudes. Sehingga pencairan tahap III bisa dilakukan pada gelombang pertama. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara bendahara desa, operator Siskeudes dan pendamping. Sedangkan dibeberapa kecamatan terpaksa harus ikut pencairan gelombang dua dikarenakan beberapa persoalan. Semoga kerja sama ini mampu dipertahankan untuk tahun-tahun mendatang”, ujarnya.
Sedangkan Nurnaningsih, SE (Pendamping Ahli Pembangunan Partisipatif Kabupaten Tulungagung) selaku narasumber kedua lebih banyak melakukan evaluasi Siskeudes per-desa. Evaluasi ini dilakukan untuk memeriksa kekurangan yang ada pada tiap desa. Sehingga akan segera dapat dilakukan pembenahan oleh operator desa. “Kita evaluasi satu-persatu semua desa, jika ditemukan beberapa kekurangan untuk segera dilakukan perbaikan dan melengkapinya”, jelasnya. Seluruh peserta yang menghadiri acara Bimtek ini pun nampak serius dan antusias menyimak pemaparan dari seluruh narasumber hingga selesainya acara. Kegiatan tersebut diakhiri pukul 14.00 WIB dengan satu komitmen yaitu Cintai Siskeudes, Gunakan Siskeudes dan Rasakan Manfaat Siskeudes. (ma’ruf)
