Berdayakan Warganya Pemdes Bolorejo Gelar Pelatihan Menjahit

Sebanyak 25 (dua puluh lima) warga Desa Bolorejo Kecamatan Kauman berjajar rapi di depan balai desa dengan mesin jahit didepannya masing-masing (5/12/2019). Ternyata mereka ini adalah para peserta pelatihan ketrampilan mejahit yang diselenggarakan oleh pemerintah desa. Lebih tepatnya, sebanyak 22 wanita dan 3 pria yang menjadi peserta pelatihan kali ini.

Menurut Hj. I Agustina Indrayani Kepala Desa Bolorejo, kegiatan ini merupakan realisasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2019. Sedangkan sumber pembiayaan pelatihan ini berasal dari Dana Desa (DD) bidang pemberdayaan.

Peserta pelatihan nampak serius mengikuti intruksi para pelatih

“Dengan penyelenggaraan pelatihan ketrampilan menjahit ini diharapkan akan memberikan modal keahlian bagi warga, sehingga mampu mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan warga. Dan dalam kegiatan ini setiap peserta akan dibatu oleh pemerintah desa berupa mesin jahit untuk masing-masing orang”, Tutur Bu Kades.

Lebih lanjut Bu Indra (begitu warga Bolorejo memanggilnya) menjelaskan, bahwa pemberian bantuan alat berupa mesin jahit merupakan bukti dan komitmen pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat. Dimana dengan alat ini diharapkan hasil pelatihan mampu di tindak lanjuti menjadi usaha di rumah masing masing.

“Dalam pelatihan ini kami mengundang narasumber dari guru SMK 2 Tulungagung (Suhartini, MPd), serta narasumber dari pengusaha konfeksi yang ada di Desa Bolorejo (Much. Abdul Chalim). Dengan melibatkan narasumber pengusaha konfeksi diharapkan peserta pelatihan yang binggung melanjutkan hasil dari pelatihan bisa menjalin kerja sama dengan pengusaha tersebut, sehingga hasil pelatihan tidak muspro”, ucapnya seius.

Peserta pelatihan saat menunjukan hasil praktek pembuatan celana anak-anak

Sepakat dengan pernyataan Kades tersebut, Much. Abdul Chalim pemilik Diva Konveksi mengaku siap menampung peserta pelatihan untuk menjalin kerja sama dengannya. “Saya siap menampung mereka yang hari ini dilatih untuk bekerja dengan saya, jika mereka mau. Terkait model dan mekanisme kerja sama mungkin akan dibincang lebih jauh kepada mereka yang menginginkan”, tandasnya.

Sementara itu Selastri salah satu peserta pelatihan menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa sanggat bermanfaat untuk dirinya dan peserta yang lain. Terlebih masing-masing peserta di berikan bantuan alat mesin jahit. “Alhamdulillah ada pelatihan semacam ini oleh pemerintah desa. Dengan modal ketrampilan ini semoga dapat menjadi modal bagi kami dalam peningkatan perekonomian keluarga. Terlebih dalam pelatihan ini kami diberi bantuan mesin jahit secara cuma-cuma”, ungkapnya sambil tersenyum. (ruf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *